Hingga detik ini, berapa kali lisan ini telah mengiris hatimu? Entah...
Apakah hati ini begitu keras? Atau ego ini yg tak mau mengalah?
Sampai hari ini, aku masih bertanya apada diriku 'orang seperti apa lagi yg bisa menaklukkan hatimu?
Orang sehebat apa lagi yg bisa meluluhlantahkan egomu?
Saat ia lembut kau melunjak, saat ia keras kau menitikkan air mata. Lalu maumu apa??
Sadarkah kau, kepadanya lah kini seluruh hidupmu dan ketaatanmu berlimpah.
Kau tak bisa mengelak dari itu. Jika kau ingin berlepas, kenapa kau mulai?
Duhai diri yg telah kehilangan manisnya iman, sadarlah siapa dirimu bagi Allah. Tidakkah cukup kecintaan kalian krn Allah menghancurkan egomu? Knpa lisanmu begitu kasar dan kerap menyakitinya?
Jika tiadalah kata maaf darinya, kau akan dilaknat oleh malaikat. Kau akan dikutuk oleh bidadari syurga yg merindukannya dan mencintainya. Sementara kau??? Man anti?? Siapa kamu????
Yaa Allah, maafkan diri yg dhoif ini telah menyiakan al-faruq itu. Dialah segalanya kini dlm hidup hamba. Dia seorang nakhoda yg baik. Yg tlh paham medan dan samudera luas. Belajarlah bersabar, ikhlas, dan belajarlah memahaminya. Dengarkan ia dan penuhilah setiap kebutuhannya.
Aku mencintaimu suamiku Anggara :)
With Love
Khanza
Tampilkan postingan dengan label CURCOL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CURCOL. Tampilkan semua postingan
Senin, 04 Agustus 2014
Jumat, 09 Mei 2014
Tepian Hati
Mungkin...dia memang salah satu doa yg selalu kupanjatkan ditiap sujudku. Bagaimana pun kondisinya, dan seperti apa pun dia, tentunya dia adalah seseorang yang Allah kirimkan untukku. Untuk menundukkan egoku, untuk meluluhkan emosiku, dan agar aku tak membusungkan dadaku pada manusia atas anugerah yang dikaruniakan-Nya.
Mungkin, di dalamnya lubuk hatiku ini masih mencari sosok yang pantas. Tapi, sungguh pantas menurutku itu tak serupa dengan pantas yang dimaksudkan Allah. Sebagai hamba-Nya aku hanya meminta agar apa yang ada di hadapku sekarang adalah hadiah yang memang menyimpan segenap ketaatannya untukku.
Aku...sampai kapan pun takkan mampu merangkai indahnya kata untuk menyenangkannya. Lagi pula, aku hanya memiliki sedikit saja ilmu untuk mampu memposisikannya di tempat yang layak. Aku kadang berpikir, mana mungkin aku sanggup berjalan sendiri. Tapi, aku kembali teringat, bukankah Allah itu selalu bersama hamba-Nya yang taat pada-Nya?
Yaa...kugantungkan harapanku sepenuhnya pada Allah. Allah pemilik nyawa dan jiwaku ini. Allah, tolong aku agar aku mampu berjiwa besar, ridho dengan ketetapan-Mu dan memaafkan siapa pun yang menyakiti hatiku. Agar lisanku yang hina ini tak dengan sembarang menghardik orang lain. Siapa aku ya Allah jika tanpa-Mu....
Tepian Hatiku...mungkin ada deret waktu yang diisi oleh sosok istimewa, tapi bukan yang akan menggenapkan separuh hidupnya untukku. Yaa...begitula skenario Allah. Manusia hanya punya dua cara untuk berterima kasih pada Allah, sabar dan syukur.
Perindag
10.54 wib on 09 Mei 2014
Mungkin, di dalamnya lubuk hatiku ini masih mencari sosok yang pantas. Tapi, sungguh pantas menurutku itu tak serupa dengan pantas yang dimaksudkan Allah. Sebagai hamba-Nya aku hanya meminta agar apa yang ada di hadapku sekarang adalah hadiah yang memang menyimpan segenap ketaatannya untukku.
Aku...sampai kapan pun takkan mampu merangkai indahnya kata untuk menyenangkannya. Lagi pula, aku hanya memiliki sedikit saja ilmu untuk mampu memposisikannya di tempat yang layak. Aku kadang berpikir, mana mungkin aku sanggup berjalan sendiri. Tapi, aku kembali teringat, bukankah Allah itu selalu bersama hamba-Nya yang taat pada-Nya?
Yaa...kugantungkan harapanku sepenuhnya pada Allah. Allah pemilik nyawa dan jiwaku ini. Allah, tolong aku agar aku mampu berjiwa besar, ridho dengan ketetapan-Mu dan memaafkan siapa pun yang menyakiti hatiku. Agar lisanku yang hina ini tak dengan sembarang menghardik orang lain. Siapa aku ya Allah jika tanpa-Mu....
Tepian Hatiku...mungkin ada deret waktu yang diisi oleh sosok istimewa, tapi bukan yang akan menggenapkan separuh hidupnya untukku. Yaa...begitula skenario Allah. Manusia hanya punya dua cara untuk berterima kasih pada Allah, sabar dan syukur.
Perindag
10.54 wib on 09 Mei 2014
Selasa, 18 Maret 2014
Musim Semi
Cerita kita terus bergulir, dari titik gelap, remang, hingga jelas benderang. Beberapa waktu berlalu, silih bergantinya topik pertengkaran, dan akhirnya kita sejalan, searah, sevisi dan setujuan. Apa ekspresiku? SENANG!!!
Sebenarnya berserak makna yg ingin terungkap, namun cukuplah kami saja yang tahu. Kelak, kisah itu ada tergoreskan di lembaran indah yang tengah dirangkainya. Inilah musim semi cinta kami :D
Sudaaah, itu sajaaa!!!
Medan, 18 Maret 2014
Sebenarnya berserak makna yg ingin terungkap, namun cukuplah kami saja yang tahu. Kelak, kisah itu ada tergoreskan di lembaran indah yang tengah dirangkainya. Inilah musim semi cinta kami :D
Sudaaah, itu sajaaa!!!
Medan, 18 Maret 2014
Senin, 10 Juni 2013
Oya, Aku Lupa...
Hmm....
Aku lupa semua itu terjadi di hari apa. Intinya hari itu semua masalah tercampuraduk jadi satu. Nah, aku ceritain yah satu-satu. Hari itu, ada dua orang ikhwan aneh. Mereka diam2 memperhatikan gerak gerikku di FB. Itu pengakuannya. Mereka gx suka aku ini terlalu jutek, balas singkat, dan gx peduli dengan kritik. Hellow, bukannya aku gx peduli dg kritik tapi aku sangat terbuka dengan kritik asal caranya dlm menyampaikan tepat. Aku hanya tak mau menyibukkan diri dg hal2 yg tak penting. Aku punya kesibukan tersendiri, jd gx mgkn dunk di FB kudu balas sampe 1 paragraf. Intinya kedua ikhwan itu gx terima dg sikapku dan blg aku ini sombong. Beuuh, sombong itu krn gx mau taat sama hukum Allah. Mau aku jutek atau gx nanggapi kalian itu prinsipku. Jd jgn usik hidupku klo aku gx mengganggu kalian.
Catatan ini utk dua ikhwan BADUNG alias ITONG (ikhwan sepotong) yg udah ku blokir. Mr. U dan Mr. Iw kalian itu udah msuk dlm blacklist. Aku gx kenal kalian dan gx penting jg bagiku utk tau siapa kalian. Ketika kalian tak suka dgn prinsipku, silahkan GET OUT. Kejam? Mnrutmu yg gx paham interaksi.
Nah, itu mslh pertama. Yg kedua, aku bermasalah dg seorang sista Ri2. Bukan mslh yg serius tp sdkit mengganggu konsentrasiku. Cuma salah paham. Tp aku sempat menggertaknya. Mslhnya ia berulah saat aku jg lg kasus dg dua ikhwan badung tadi. Mslhnya, sista ini memperumit mslh. Udah tau klo semuanya baik2 ajah. Perasaan aku udh jelasin klo aku dan AND udah akur dan kesimpulannya memutuskan interaksi dg catatan gx keluar dr Mabda. Udah clear. Tp entah gimana sista ini menangkap ucapanku, ia malah inbox AND blg klo aku keluar dr Mabda. Heuuh...aku sih gx peduli respon AND apa. Tp yg aku paling gx habis pikir, tentunya inbox itu menimbulkan persepsi yg salah bagi AND. Udahlah, aku gx mau bahas masalah ini lebih jauh. Aku tempatkan diriku sbg orang yg bersalah saja agar aku gx merasa beban. Aku sudah minta maaf. Tp sista ri2 CUEK dan MENDIAMKANKU. Udah inbox, udh sms tp tetap dicuekin.
Buat sista, kk tau gx?
Diam bukan solusi. Diammu menyakitiku. Klo emg gx ada maaf ya bilang ajah. Toh sepenuhnya bukan salahku. Kk jg harus sadar marahku ya karena ulahmu. Ku tahu apa yg kk lakukan utk kebaikanku, tp katamu udah capek mengurusiku sehingga kalian jalan berdua saja kan?
Hmm...makanya aku putuskan utk enyah dr kalian. Agar kalian tenang tanpaku. Aku hanya butuh kejelasan dan penjelasan. Jgn diamkan aku. Jawab pertanyaanku. Bukankah muslim itu gx boleh tak bertegur sapa selama 3 hari?
Oya, aku lupa. Aku mencintaimu karena Allah sista. Sayaaang kamu, sungguh sayaaang.
Selebar apapun masalah yg terbentang di depan kita, tak terbersit benci dlm hatiku utkmu. Karena kau adalah saudara seakidahku.
Yaa, klo kk gx mau maafin itu jg pilihanmu. Yg jelas aku udh mnta maaf.
Aku lupa semua itu terjadi di hari apa. Intinya hari itu semua masalah tercampuraduk jadi satu. Nah, aku ceritain yah satu-satu. Hari itu, ada dua orang ikhwan aneh. Mereka diam2 memperhatikan gerak gerikku di FB. Itu pengakuannya. Mereka gx suka aku ini terlalu jutek, balas singkat, dan gx peduli dengan kritik. Hellow, bukannya aku gx peduli dg kritik tapi aku sangat terbuka dengan kritik asal caranya dlm menyampaikan tepat. Aku hanya tak mau menyibukkan diri dg hal2 yg tak penting. Aku punya kesibukan tersendiri, jd gx mgkn dunk di FB kudu balas sampe 1 paragraf. Intinya kedua ikhwan itu gx terima dg sikapku dan blg aku ini sombong. Beuuh, sombong itu krn gx mau taat sama hukum Allah. Mau aku jutek atau gx nanggapi kalian itu prinsipku. Jd jgn usik hidupku klo aku gx mengganggu kalian.
Catatan ini utk dua ikhwan BADUNG alias ITONG (ikhwan sepotong) yg udah ku blokir. Mr. U dan Mr. Iw kalian itu udah msuk dlm blacklist. Aku gx kenal kalian dan gx penting jg bagiku utk tau siapa kalian. Ketika kalian tak suka dgn prinsipku, silahkan GET OUT. Kejam? Mnrutmu yg gx paham interaksi.
Nah, itu mslh pertama. Yg kedua, aku bermasalah dg seorang sista Ri2. Bukan mslh yg serius tp sdkit mengganggu konsentrasiku. Cuma salah paham. Tp aku sempat menggertaknya. Mslhnya ia berulah saat aku jg lg kasus dg dua ikhwan badung tadi. Mslhnya, sista ini memperumit mslh. Udah tau klo semuanya baik2 ajah. Perasaan aku udh jelasin klo aku dan AND udah akur dan kesimpulannya memutuskan interaksi dg catatan gx keluar dr Mabda. Udah clear. Tp entah gimana sista ini menangkap ucapanku, ia malah inbox AND blg klo aku keluar dr Mabda. Heuuh...aku sih gx peduli respon AND apa. Tp yg aku paling gx habis pikir, tentunya inbox itu menimbulkan persepsi yg salah bagi AND. Udahlah, aku gx mau bahas masalah ini lebih jauh. Aku tempatkan diriku sbg orang yg bersalah saja agar aku gx merasa beban. Aku sudah minta maaf. Tp sista ri2 CUEK dan MENDIAMKANKU. Udah inbox, udh sms tp tetap dicuekin.
Buat sista, kk tau gx?
Diam bukan solusi. Diammu menyakitiku. Klo emg gx ada maaf ya bilang ajah. Toh sepenuhnya bukan salahku. Kk jg harus sadar marahku ya karena ulahmu. Ku tahu apa yg kk lakukan utk kebaikanku, tp katamu udah capek mengurusiku sehingga kalian jalan berdua saja kan?
Hmm...makanya aku putuskan utk enyah dr kalian. Agar kalian tenang tanpaku. Aku hanya butuh kejelasan dan penjelasan. Jgn diamkan aku. Jawab pertanyaanku. Bukankah muslim itu gx boleh tak bertegur sapa selama 3 hari?
Oya, aku lupa. Aku mencintaimu karena Allah sista. Sayaaang kamu, sungguh sayaaang.
Selebar apapun masalah yg terbentang di depan kita, tak terbersit benci dlm hatiku utkmu. Karena kau adalah saudara seakidahku.
Yaa, klo kk gx mau maafin itu jg pilihanmu. Yg jelas aku udh mnta maaf.
Langganan:
Postingan (Atom)